Bagi sebagian
orang, masa lalu selalu saja identik dengan kenangan kelam
atau pun hal buruk yang pernah dilakukan. Saya pun berpikir demikian.
Kenangan masa lalu bagi saya adalah sebuah peristiwa atau pun hal yang
paling bodoh yang pernah saya lakuin dan tidak akan pernah saya ulangi
lagi di masa sekarang. Jika sejenak merenung dan kembali ke masa lalu,
semua terasa sangat janggal. Ingin rasanya saya menata kembali alur
cerita masa lalu tersebut.
Ketika ku membuka mata dan melihat apa yang terjadi di masa sekarang,
sangat disayangkan ketika seorang remaja sekolahan yang hanya pulang
pergi bertemu guru, kemudian siang hari bermain bersama kawan-kawan,
mangkal di warung, beli rokok, kemudian ngobrol sana-sini tak jelas.
Masih mending bila ngobrolnya masalah positif atau pun pelajaran di
sekolah, yang terjadi banyaknya, kalo bukan masalah
cinta ya paling
ngobrol yang gak penting, hehe.
Waktu itu saya pernah menceburkan diri keluar dari
zona nyaman,
mungkin karena bisikan hati. Saya mencoba terjun ke dunia organisasi,
selain karena nasihat guru-guru sejak dari smp, di sma pun demikian yang
kurang lebihnya saya diberi nasihat oleh guru seperti ini, "kamu harus
belajar berorganisasi, suatu saat nanti kamu akan terjun ke masyarakat
dan menghadapi dunia yang sebenarnya."
Itu memang bukan dunia saya. Bukan sama sekali!. Saya adalah seseorang
yang sangat tak pandai bersosialisasi apalagi sering beraspirasi
menyalurkan ide-ide dan menyapaikannya kepada orang banyak. Sejak
SD
sampai
SMP pun saya tidak mengenal apa itu organisasi. Yang waktu itu ku
tahu, organisasi itu tidak sebatas dari latihan pramuka, menunggu
instruksi pelatih, dan rajin datang mengikuti kegiatan. Ya, cuma itu
yang kutahu.
Saya mengikuti sebuah organisasi wajib di sekolah, didorong sebuah
bisikan hati dari nasihat guru saya pun memberanikan diri supaya rajiin
ikut andil dalam bagian di organisasi. Dan hasilnya, banyak sekali
kejadian-kejadian konyol bahkan sangat memalukan sekali.
Bailah sekarang mengaku saja, saya adalah sosok orang yang tak pandai
berbicara atau kasarnya "gagap berbicara". Seriuss, waktu itu saya
paling benci yang namanya berbicara di depan kelas apalagi di depan
orang banyak. Selain kata-kata yang masih berantakan juga sama sekali
tidak berbobot kata-kata saya. Ditambah lagi saya selalu demam panggung
alias nervous ketika berbicara, pokonya yang liatnya aja pasti gak
bakalan nyaman. Pasti nyebelin!
Oya, yang lebih lucu lagi adalah orang tersebut malah terpilih sebagai
seorang ketua di salah satu organisasi wajib di sekolahnya. Haduhhh,
gimana ini! Kenapa mesti dia? Kenapa gak yang lain aja? Jika ingin
berkata jujur, itu pun juga sebenernya keinginan saya sendiri. Saya ikut
organisasi dan yang ku targetkan ya jadi ketua. Lho?? Sudah mah tidak
bisa berbicara, ngomong aja nervous malah jadi ketua. Gimana sih?? Ya
pada waktu itu saya memberanikan diri saja, saya memang gak tau apa2
tentang organisasi ya namanya juga belajar, hehe.
Pada waktu itu saya menyadari bahwa betapa sulitnya membangun sebuah
organisasi. Boro-boro saya berpikir menyatukan visi dan misi, wong
ngomong saja masih gak bener. Aku mencoba untuk jadi seorang ketua
seutuhnya, aku belajar dari senior yang sudah sangat mahir berorganisasi
tapi sepertinya itu sulit sekali. Jujur, saya masih gak bisa ngilangin
kebiasaan gagap saya dalam berbicara. Sering sekali teman-teman yang
liat pun ketawa-ketiwi dan itu semakin membuat ku tak percaya diri
Aku kesulitan menyatukan aspirasi sesama pengurus. Dalam hati ku
bertanya-tanya, "Perasaan waktu saya jadi anggota ketua itu enak tinggal
nyuruh-nyuruh saja, kok giliran saya disuruh malah susah ya?" Waktu itu
saya berpikir untuk mundur saja dari jabatan ketua. Tapi dalam hati
kecil saya menolak dan harus menyelesaikan sampai satu periode jabatan
hingga serah terima jabatan yang baru.
Meskipun beberapa program kerja telah di jalankan dengan lancar namun
saya sadar organisasi yang saya pimpin sangat lebih buruk daripada
sebelumnya.
Saya kadang merasa malu kepada senior. Tapi kembali lagi
kepada niat saya karena ini hanyalah sebuah pembelajaran. Ya
pembelajaran yang terbaik yang pernah diberikan Tuhan.
Saya menyadari banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam diri saya.
Padahal sejak SD, dan SMP prestasi saya cukup bagus. Di
SMP pun saya
pernah mendapat prestasi murid teladan dari sekolah karena prestasi
nilai mata pelajaran yang bagus tentunya. Tapi semua itu rasa-rasanya
tak berguna padahal yang ku tahu orang-orang sukses di dunia ini adalah
mereka yang berhasil memimpin orang lain.
Sampai saat ini kenangan itu selalu terngiang-ngiang di kepala akan sosok seorang
ketua paling menyebalkan yang pernah
saya temui. Itu adalah saya sendiri.
Saya ingin mengutip sebuah peribahasa.
"Kerbau tidak pernah terpelosok kepada lubang yang sama"
Kesalahan cukuplah menjadi pelajaran dan tak mesti harus di ulangi lagi.
Jadikan pembelajaran terbaik untuk kita bertindak lebih baik lagi.
Karena kerbau saja tidak terpelosok ke dalam lubang yang sama. Jika
manusia melakukan itu berarti manusia di cap makhluk yang lebih buruk
daripada kerbau. Padahal kerbau itu dianggap manusia sebagai mahluk
"paling dungu". :D.
Semoga bermanfaat
Salam sukses