Gagal Padahal sudah Berusaha Maksimal, Benarkah?

Posted by Labels: at
"Aku gak pernah berhasil padahal sudah sekuat tenaga ku berusaha"
Betapa seringnya kudengar kalimat tersebut. Sebuah bentuk penyesalan atas apa yang telah kita lakukan. Entah itu penyesalan atau keputusasaan, mungkin yang lebih tepatnya putus asa. Bukan hanya orang lain yang mengatakan hal tersebut tapi saya sendiri kadang juga begitu. Hmmm.. Tapi ngomong-ngomong bener gak yah, kita sudah berusaha sekuat tenaga? Atau jangan-jangan sekuat apa pun bahkan seperti tenaga kuda pun kita berusaha tapi hasilnya nihil? Haduhh, gimana ini. :D


Sahabat, pernahkah mendengar sebuah kisah tentang seorang pengembara yang hendak menuju sebuah tempat suci dimana itu tepat berada di arah barat. Namun karena sebuah ketidaktahuan, pengembara itu malah berjalan ke arah sebelah utara. Lho, apa-apan sih orang itu? Bisa gak ya menuju tempat yang ia tuju. Tapi denger dulu nih ceritanya. :)

Sebelum berangkat sang pengembara selalu mengingat dengan baik petuah sang guru. "Kau akan menghadapi banyak halangan dan rintangan tapi janganlah menyerah karena sikap itulah yang bisa mengantarkanmu kepada sebuah keberhasilan". Seperti itulah kurang lebih petuah sang guru.

Dalam perjalanannya menuju tempat suci, benar saja ada banyak sekali rintangan yang menghadang, mulai dari serangan binatang buas seperti macan, singa, ular, buaya dan lain-lain. Karena kesungguhannya atau barangkali karena petuah sang guru yang benar-benar dicamkan dengan baik si pengembara pun berhasil melewati aral yang menghadangnya. Si pengembara pun memutuskan untuk terus melangkah maju dengan penuh keyakinan.

Tak hanya itu saja ternyata cobaan lain seperti cuaca dingin, kondisi pangan yang sulit pun datang menghadangnya. Tapi ia masih ingat akan petuah sang guru, ia terus berjalan ke arah utara dan sangat yakin dirinya akan berhasil. Ia tak tahu kalau sebenarnya arah yang dituju itu salah. Lama sekali bahkan sudah puluhan dan ratusan kilometer dilewati namun tak kunjung menemukan tempat yang dituju juga. Ia pun akhirnya menyalahkah petuah sang guru karena sebenarnya ia sudah berusaha keras namun tak kunjung berhasil.

Nah sobat, apa sebenarnya penyebab kegagalan si pengembara tadi? Ya. karena ia sebenarnya menuju ke arah yang salah. Sekuat dan sekeras apa pun berusaha tetap saja tidak akan mendapatkan apa-apa. Pengembara itu lupa akan satu hal yaitu berpikir dan mencari pengetahuan. Ia cuma mengandalkan tenaganya sementara pikiran tidak.

Begitu pula dengan kita yang kadang merasa sudah melakukan segala hal namun tak kunjung berhasil juga. Jangan-jangan kita juga bernasib seperti pengembara tadi ya? Sekuat apa pun kita berusaha namun tetap saja hasilnya nihil.

Nah, sekarang cobalah sobat periksa dulu, sudah benarkah cara yang sobat lakukan? Sudahkah sobat menggunakan pikiran sobat untuk berpikir dan mencari pengetahuan tentang bagaimana caranya mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan benar atau bahkan lebih cepat?

Tetap semangattt. :D

Semoga bermanfaat.
Salam sukses
>
Post a Comment

Back to Top