IPS/PDGK4102/4sks

Posted by Labels: at
                                                                                                                                                           MODUL3
                                                    KEGIATAN BELAJAR 1
        RUANG LINGKUP  dan CAKUPAN KONSEP DASAR  ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


Antara IPS dan IIS memiliki prbedaan yang mendasar. Keduanya tidak bisa
dipisahkan  karena  secara   tradisional   antara  IPS   dan  IIS   memang  sudah  saling
berhubngan.Disekolah  IPS  lebih   menekankan  kepada  pendekatan  multidisiplin   atau
interdisiplin,   dimana  topik-topik   dalam  IPS  dapat  kita  manipulasi  menjadi  suatu
isu,pertanyaan atau permasalahan yang berperspektif interdisiplin.
Keberadaan  gerakan  dan  paham  social  studies  di  Amerika  Serikat  banyak
mempengaruhi pemikiran   mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia.Studi
Sosial(social  studies)bukan  merupakan  suatu  bidang  keilmuan  atau  disiplin  bidang
akademis,melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah
sosial.
Studi Sosial lebih bersifat multidimensional yaitu ,meninjau satu gejala atau masalah
sosial dari berbagai dimensi atau aspek kehidupan.Studi sosial bertujuan membina warga
masyarakat yang mampu menyelaraskan kehidupannya berdasarkan kekuatan-kekuatan fisik
dan sosial,serta membantu melahirkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang
dihadapinya.
IPS dengan Studi Sosial tidak mempunyai perbedaan,karena apa yang disebut studi
sosial(social studies) yang berkembang dan dikembangkan di Amerika  Serikat atau
dibeberapa perguruan tinggi di Indonesia,tidak lain adalah IPS yang kita kenal saat ini.
Antara IPS sebagai bidang studi dengan disiplin Ilmu Sosial (social sciences)
terdapat beberapa perbedaan :
1. IPS bukan suatudisiplin ilmu seperti halnya ilmu sosial, tetapi IPS lebih tepat dilihat
sebagai suatu kajian terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.
2. Dalam IPS menggunakan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin, sedangkan
ilmu sosial menggunakan pendekatan disiplin ilmuatau monodisiplin.
3. Keberadaan IPS untuk memfokuskan kepentingan kependidikan didunia
persekolahan sedang ilmu sosial bisa didunia persekolahan , perguruan tinggi atau
dipelajari di masyarakat umum.

4. IPS menggnakan ilmu-ilmu sosial sebagai bahan pengembangan materi
pembelajaran dilengkapi dengan mempertimbangkan aspek psikologis ,pedagogis.
IPS berkaitan dengan dengan berbagai aspek kehidupan manusia yang melibatkan
segala tingkah  laku  dalam memenuhi  aspek kebutuhan hidupnya,  berkaitan dengan
bagaimana cara manusia menggunaka usaha untuk memeuhi kebuthan materinya, memenuhi
kebutuhan budayanya ,kebutuhan jiwanya ,pemanfaatan sumber daya yang terdapat dibmi
,mengatur  kesejahteraan  dan  pemerintahannya  untuk  mengatur   dan  mempertahankan
kehidupan masyarakat manusia.
Konsep dasar IPS adalah suatu citra mental tentang objek konkret ataupun gagasan
yang abstrak. Konsep IPS mencerminkan suatu fenomena atau gejala atau benda-benda yang
berkaitan dengan IPS. IPS dan Ilmu-ilmu Sosial sama-sama memiliki subjek dan objek yang
sama,yang  mempelajari   tentang   perilaku  manusia.Ilmu-ilmu   sosial   sosial,seperti
sosiologi,Antropologi<danPsikologi sosial merupakanilmu-ilmu sosial yang secara khusus
mempelajari perilaku manusia


KEGIATAN BELAJAR 2
KARAKTERISTIK CAKUPAN KONSEP SEJARAH, GEOGRAFI, EKONOMI,
SOSIOLOGI, ANTROPOLOGI, POLITIK DAN PEMERINTAHAN, SERTA
PSIKOLOGI SOSIAL

A.Sejarah
Setiap apa yang ada di alam raya ini memiliki sejarah masing-masing atau paling
tidak   ada  riwayat  asal-usulnya.Asal-usul  yang  menyangkut  proses,peristiwa,dan
waktu.Sejarah adalah riwayat tentang masa lampau atau sesuatu bidang ilmu yang
menyelidiki dan menuturkan riwayat itu sesuai dengan metode tertentu yang terpercaya.
Konsep-konsep dasar sejarah sebagai bidang ilmu sosial :
1. Wakyu,waktu yang telah lampa,menjelaskan sifat,bobot dan warna peristiwa yang
bersangkutan.
2. Ruang, ruang lebih mendekat yang geografi.Sejarah mengungkapkan kapan
terjadinya sedang geografi merupakan petunjuk dimana peristiwa itu terjadi.
3. Alur peristiwa adalah suatu rentetan peristiwa atau pengalaman sejarah masa
lampau berdasarkan urutan waktu terjainya  atau pengalaman sejarah dari waktu ke
waktu yang menunjukkan perkembanagan serta perubahannya.
4. Evolusi adalah sejarah yang berlangsung dengan sangat lambat.
5. Revolusi adalah peristiwa yang berlangsung sangat cepat.
6. Tahap-tahap beradaban mengungkapkan perkembangan serta kemajuan sesuatu
masyarakat.Dengan menerapkan pendekatan kita dapat merumuskan suatu
generalisasi bahwa bagaimanapun sederhananya masyarakat,yang selalu mengalami
perkembangan dan kemajuan.
7. Kronologi adalah analisis sejarah yang kemudian memprediksi peristiwa yang akan
datang.

B.  Geografi
Konsep geografi terungkap hubungan saling mempengaruhi serta fenomena alam
ditempat-tempat tertentu dengan perilaku serta tindakan manusia.Yang menjadi objek
studi geografi adalah geosfer,yaitu permukaan bumi yang merupakan bagian dari bumi
yang terjadi atas atmosfer(lapisan udara),litosfer (lapisan batuan,kulit bumi),hidrosfer
(lapisan air) dan biosfer (lapisan kehidupan).    
Pada konsep ini, geosfer atau permukaan bumi di tinjau dari sudut pandang
kewilayahan  atau   lingkungan   yang  menampakkan  persamaan  dan  perbedaan
fenomenanya (udara,batuan,perairan,kehidupan). Persamaan dari perbedaan fenomena
tersebut tidak lepas dari hubungan interaksi ke ruang dari unsur-unsur geografi di
wilayah atau dalam lingkungan di permukaan bumi.
Dari pengertian geografi yang telah dikemukakan tadi, dapat diketengahkan
bahwa geografi berkenaan dengan:
1. Geosfer atau permukaan bumi
2. Alam lingkungan (atmosfer, litosfer,hitdrosfer,biosfer)
3. Umat manusia atau atroposfer
4. Persebaran ke ruangan fenomena alam dan kehidupan termasuk persamaan serta
perbedaan
5. Analisis hubungan serta interaksi ke ruangan fenomena-fenomenanya di permukaan
bumi
Berkenaan dengan konsep dasar yang dikembangkan pada geografi,paling tidak
kita dapat mempelajari dua kelompok konsep yang dikemukakan oleh Getrude Whipple
(James, P.E.:1979:115) dan Henry J. Warman (Gabler,RE:1966:13-16) Rincian konsep
dasar itu sebagai berikut.
 Getrude Whipple mengungkapkan ada 5 konsep dasar,yaitu sebagai berikut.
1. Bumi sebagai planet
2. Variasi cara hidup
3. Variasi wilayah-wilayah alamiah
4. Makna wilayah (region) bagi manusia
5. Pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia

Sedangkan Henry J. Warman mengemukakan 15 konsep dasar sebagai berikut:
1. Konsep Kewilayahan atau konsep regional
2. Konsep lapisan kehidupan atau konsep biosfer
3. Konsep manusia sebagai faktor ekologi yang dominan
4. Konsep globalisme atau konsep bumi sebagai planet
5. Konsep interaksi ke ruangan
6. Konsep hubungan areal (wilayah)
7. Konsep persamaan areal (wilayah)
8. Konsep perbedaan areal (wilayah)
9. Konsep keunikan areal (wilayah)
10.Konsep persabaran areal (wilayah)
11.Konsep lokasi relative
12.Konsep keunggulan kompratif
13.Konsep perubahan yang terus-menerus atau perubahan abadi
14.Konsep sumber daya dibatasi sama budaya
15.Konsep bumi yang bundar di atas kertas yang datar atau konsep peta


Pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan pendidikan dasar (PenDas) konsep
dasar  itu   dapat  kiat  mulai   dari  arah  (mata   angin),jarak   ,peta   perbedaan

kesenambungan.cara membina konsep pada diri kita masing-masing yaitu dengan
mengajarkan pengertian konotatif tentang sesuatu (Womanck,J.G:1970:32) jadi kita
sebagai guru IPS mengajarkan pengertian yang selias –luasnya tentang sesuatu secara
bertahap berkesinambungan sampai terjadi pola pengertian dalam benak kita dan juga
dalam  benak  peserta  didik  sampai   ke  tahap   abstrak  yang  mencirikan   konsep
tersebut.sebagai contoh:
Dapat dikemukakan tentang sungai sebagai sesuatu konsep dasar geografi. Kiat
selaku guru IPS bertanya kepada peserta didik mengenai sungai “ Apakah ada di
antara mereka belum mengenal sungai itu.secara kongkrit berarti guru sudah
menyampaikan pengertian sungai sesuai yang diuraikan dalam kamus.

C.EKONOMI DAN KOPERASI
Pembahasan ekonomi sebagai salah satu bidang ilmu nsosial myang akan
dikaitkan  dengan  koperasi  yang  menurut  undang-undang  menjadi  soko   guru
perekonomian Indonesia.
Berkenaan  dengan   ekonomi   ini,   Brown  &Brown  (1980:241)
mengemukakan bahwa”Ekonomi adalah suatu studi tentang cara bagaimana manusia
mengorganisasikan sumber daya alam ,kemampuan budaya dan tenaga kerja menopang
dan mengingatkan kesejahteraan material “Sementara itu, dengan cukup panjang.

(Gerarado P.Sicat dan H. W Arndt (1991:3) mengemukakan bahwa Ilmu
ekonomi adalah suatu studi yang mengkaji bagaimana orang perorangan dan kelompok –
kelompok masyarakat menentukan pilihan. Karena manusia mempunyai keinginan yang
tidak terbatas.Untuk memuaskan bermacam-macam ragam keinginan tersebut,tersedia
sumber daya yang dapat digunakan.itupun tidak tersedia dengan bebas.
Ketiga bahasan ilmu ekonomi tadi, dapat ditarik garis persamaan yaitu bahwa
ilmu ekonomi merupakan suatu studi,ilmiah mengenai bagaimana cara memenuhi
kebutuhan materi.
Bagaimana  mengembangkan  upaya  menahan  diri  dan  hidup  yang
berlebih-lebihan padahal kemampuan sumber daya ada dalam keterbatasan. Untuk
mengatur kesejahteraan rakyat,khususnya kesejahteraan ekonomi Bangsa Indonesia,
telah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Pada pasal 33 yang terdiri atas 5 yaitu :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha,bersama berdasarkan atas kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang me3nguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh Negara
3. Bumi,air dan kekayaan yg terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan di
gunakan sebesar-besarnya kemampuan rakyat
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi,ekonomi,dengan
prinsip kebersamaan,efisiensi berkeadilan,berkelanjutan,berwawasan
lingkungan,kemandirian.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini di atur dalam undang-undang

Dalam pasal 33 ini adalah kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan  bukan,
kemakmuran orang-orang. Sebab itu perekonomian dsisusun sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan  seperti Koprasi.
Koprasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hokum
koprasi dengan berlandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koprasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.Menurut P.E. Weraman
(A.A Chaniago, Cb, Toweula,dkk:1995:225) mendefinisikan bahwa
Koprasi adalah kumpulan orang-orang atau badan hokum yang bertujuan untuk
perbaikan social ekonomi anggotanya melalui memenuhi kebutuhan anggotanya dengan
jalan berusaha bersama saling membantu antara satu dengan yang lainnya dengan cara
membatasi keuntungan ,usaha tersebut harus didasarkan atas prinsip-prinsip koprasi.
Dari 3 batasan tadi dapat ditarik garis persamaan yaitu bahwa koprasi adalah kegiatan
ekonomi   bersama  dari  para  anggotanya,berdasarkan  kekeluargaan,kerakyatan,demi
keuntungan  bersama,  dan  tidak   mengutamakan  keuntungan  ekonomi   semata-mata,melainkan juga memperhatikan keuntungan sosial.  Tujuan penyejahterakan para
anggota berdasarkan alas keluarga dan keuntungan sosial ,Ekonomi yang berasaskan
kekeluargaan, yang menguasai  hajat  hidup orang banyak yang di arahkan pada
kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya yang dicantumkan dalam UUD 1945.
Batas-batas ekonomi dan koprasi,dengan mengamati konsep-konsep dasar yang
menjadi kunci dua pokok presoalan masih bersangkutan dengan satu sama lain,konsep-konsep dasar itu sebagai berikut:
1. Kalangan sumber daya
2. Dan keterbatasan sumberdaya
3. Kebutuhan yang tidak terbatas
4. Konsaumsi-produksi-distribusi
5. Penawaran-permintaaan
Dalam memenuhi sampai mencapai kepuasan kebutuhan,manusia baik
perorangan maupun kelompok melakukan kegiatan produksi, menghasilkan baik yang

langsung dan sumber daya alam melalui pengolahan lebih dulu.proses produksi tadi
memenuhi konsumsi yang selalu meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Orang yang ahli dalam bidang usaha sesuai dengan sifat badan usaha
.sedangkan   yang mencirikan  koprasi dengan asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonominya,terutama dalam mempertahankan keuntungan sosial bagi seluruh anggota
dan pengguna jasa koprasi ,wajib menjadi acuan utama.Modal dalam kegiatan usaha
kegiatan ekonomi tidak hanya terbatas pada produksi,gedung,lahan dan keuangan
namun paling utama terletakm pada SDM yang menjadi aset hidup kegiatan dan
kehidupan ekonomi tersebut.oleh karena itu, baik perusahaan milik Negara,milik
swasta ataupun milik rakyat dalam bentuk koprasi,dituntut adanya modal SDM yang
bersifat  mental  wiraswasta.oleh  karena  itu   sebagai   calon  guru  IPS   harus
membimbing,mengarahkan,membina,dan   mengembangkan   peserta   didik  untuk
bersikap  mental wiraswasta bagi kepentingan diri sendiri,keluarga,masyarakat,bangsa
dan Negara.
Kemajuan  dan  pemanfaatan   kemajuan  IPTEK   dalam  bidang
produksi,telahnpula menyebabkan terjadinya alternatif pe,manfaatan dan penggunaan
suatu jenis sumber daya.sebagai contoh: penggunaan dan pemanfaatan migas serta batu
bara,tidak mlagi hanya nuntuk bahan bakar melainkan untuk kepentingan yang
meluas.contohnya dengan petro kimia minyak bumi dan batu bara dimanfaatkan untuk
nbahanm pakaian,ban kendaraan,kosmetik,obat-obatan.

 D.SOSIOLOGI
Menurut   pebdapat   Frank   H.   Hankins   (Faircdhild,
H.P,dkk.:1982:302)lebih terperinci  mengemukakan: bahwa Sosiologi  adalah studi
ilmiah tentang fenomena yang timbul dan hubungan kelompok umat manusia.studi
tentang manusia dan insaninya dengan hubungan satu sama lain.Aliran sosiologi yang
berbeda menentukan penekanan yang bervariasi berkenaan dengan factor-faktor yang
berhubungan,sebagaian menekankan hubungan pada hubungan diantara mereka sendiri
seperti interaksi,asosiasi,dan seterusnya.
Secara sibgkat yang baru dikemukakan,dapat diketengahkan konsep –
konsep dasar sosiologi sebagai berikut:
1. Interaksi sosial
2. Sosialisasi
3. Kelompok sosial
4. Proses sosial
5. Proses sosial
6. Perubahan sosial
7. Mobilisasi saosial

 Interaksi sosial sebagai konsep dasar sosioligi,telah cukup dibahas pada
uraian terdahulu. Interaksi ini nbagaimanapun intensitasnya,selalu dialami oleah tiap
individu dan selalu terjadi dimasyarakat.Lebih tepat kelompok sosial tepat terjadinya
interaksi antara individu tidak lain adalah kumpulan manusia yang paling tidak terdiri
atas dua orang namun biasanya lebih dari itu, telah saling mengenal dalam waktu yang
relative lama, ada kaitan rasa senasib, diikat oleh nilai dan norma yang sama serta
memiliki rasa persatuan
Selain kelompok sosial yang merupakan kesatuan antara anggota
masyarakat, di dalamnya terjadi atau terdapat lapisan-lapisan sosial yang ditunjukkan
oleh  pengelompok  anggotanya  berdasarkan  ikatan   persamaan  tertentu,seperti
pendidikan,ekonomi,mata pencaharian,suku bangsa.
Sebagai akibat proses sosial, perubahan sosial dan modernisasi,baik
secara perorangan maupun kelompok,terjadi perubahan status dan lapisan bawah ke
lapisan menengah dan bahkan sampai lapisan atas. Atau juga terjadi perubahan status
dan petani menjadi pedagang atau menjadi pegawai negeri.perubahan konsep yang
dialami merupakan konsep mobilisasi sosial. Jika lapisan tersebut dari lapisan bawah
ke lapisan menenggah sampai lapisan atas atau sebaliknya di konsepkan sebagai
Vertikal. Sedangkan perubahan status yang sifatnya setara seperti pretani menjadi
pedagang kemuadian menjadi nelayan dan seterusnya,mobilisasiu yang demikian di
konsepkan sebagai mobilisasi horizontal
 Dalam kehidupan sosial   itu terdapat hal-hal yang dianggap sebagai
penyakit masyarakat, sweperti kaehatan,pengangguran,pelacur,gelandangan,kemiskinan
penyakit-penyakit  masyarakat byang demikian  yang merupakan masalah sosial,
dikonsepkan sebagai  patologi sosial. Kondisi atau lebih tegas lagi,masalah yang
demikian itu merupakan salah nsatu konsep dasar sosiologi yang wajib dikaji secara
mendalam, untuk menentukan alternative pemecahanya.dan cara pemecahanya dengan
cara : wajib mendapat perhatian dan keperdulian segala pihak. Apalagi hal mtersebut
kita abaikan maka menjadi masalah sosial yang makin gawat yang merusak mental
generasi muda Indonesia.

 E.ANTROPOLOGI
Seperti yang terlah di uangkapkan bahwa kehidupan manusia di
masyarakat atau manusia dalam konteks sosial  meliputi aspek salah satu aspek yang
makna  dalam  kehidupann  manusia  yang  juga  mencirikan  kemajuanya  yaitu
kebudayaan.yang mengkhususkan telaahanya kepada budaya ini tidak lain adalah
antropologi.Menurut   E.A.Hoebel  (Faichild,H.P,dkk.:1982:12)   secara   singakat
mengemukakan   “Antropologi  adalah   suatu   studi   tentang   manusia   dengan
kerjanya.sedangkan   menurut  Koentjaraningrat  (1990:11)   juga  secara   singkat
mengatakan   antropologi   adalah   ilmu  tentang   manusia,sedangkan   Hoebel
mengemukakan   anteropologi  adalah  cara   kerjanya.dengan   demikian   sebutan
antropologi disini berate studi ilmu yang mempelajari manusia dengan perilaku sosial
atau dengan kebudayaanya.
Kebudayaan adalah nama kolektif semua pola prilaku di transparasikan
secara sosial melalui simbul-simbul dari sini tiap unsur semua kemampuan kelompok
umat manusia yang karakteristik yang hanya meliputi bahasa, peralatan, industri, seni,
ilmu hukum, pemerintah, moral, dan kenyakinan dan kepercayaan saja,melainkan
meliputi juga peralatan material atau artewfak yang merupakan jelmaan kemampuan
budaya yang menghasilkan fikiran yang berefek praktis dalam bentuk bangunan,
senjata, mesin, media komunikasi, perlengkapan seni, dan sebagainya
Konsep yang dikemukakan oleh Ellwood di atas sangat jelas dan gamlang
bahwa kebudayaan hanya milik  otentik manusia saja.Konsep-konsep mdasar itu
meliputi:
1. Kebudayaan           8. Seni
2. Tradisi                     9. bahasa
3. Pengetahuan          10. lambang
4. Ilmu                          11. Fenomena yang dapat kita gali dengan sendirinya
5. Teknologi
6. Norma
7. Lembaga
Dalam lingkup  antropologi dan kebudayaan, pengetahuan, ilmu dan
teknologi merupakan konsep dasar yang terkait dengan budaya belajar. Tip konsep
konsep dasar tersebut  saat ini biasabisa dijadikan satu sebagai IPTEK ( ilmu
pengetahuan dan teknologi ) penyatuan tiga konsep tersebut sangat beralasan karena
ketiganya sangat erat satu sama lain.oleh karena itu, kita sepakat untuk memadukan
mewnjadi IPTEK.
Konsep  lain   yang  memegang  peranan  kunci  dalam  mkehidupan
masyarakat dan budaya adalah nilai serta norma.Sedangkan norma lebih mengarah pada
ukuran dan aturan kehidupan yang berlaku dikehidupan masyarakat.
Pada tingkatan taraf yang lebih tinggi kita juga mengenal pranata yang
juga  merupakan  salah  satu  konsep  dasar  dalam  kehidupan  masyarakat  dan
budaya.Dalam hal ini, kita juga harus membedakan antara pranata (intstitution) dengan
lembaga (insititute). Mengenai konsep   dasar diatas   menurut Koentjaraningrat
(1990:165-166) pranata adalah sistim norma atau aturan-aturan yang mengenai satu
aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah  badan atau
organisasi yang melaksanakan aktivitas itu”. Contohnya sebagai pranata yang berfungsi
memenuhi kebutuhan kekerabatan, yaitu perkawinan, tolong menolong antar kerabat,
sopan santun, pergaulan antar kerabat, dan sebagainya.

 Bahasa sebagai suatu konsep dasar memiliki pengertian konotatif yang
luas. Bahasa sebagai konsep, bukan hanya merupakan rangkaian kalimat tertulis
ataupun lisan, melainkan pengertiannya lebih jauh dari pada hanya sekedaar rangkaian
tulis atau lisan melainkan bahsa itu sebagai suatu konsep meliputi pengertian sebagai
bahasa anak, bahasa bisnis, bahsa isyarat, dan lainya
Konsep dasar antropologi lainya mengenai lambang sesungguhnya
bahasa itu  juga termasuk lambang bagi manusia contohnya uangkapan”bahasa
mencirikan bangsa pada ungkapan itu tercermin bahwa bangsa yang memiliki tutur kata
yang baik ,mencerminkan bangsa tersebut merupakan bangsa  yang baik ,lambang-lambangnya antara lain seperti  bendera bagi suatu bangsa, tanda pangkat, atau jabatan
bagi satu angkatan, monument bagi suatu kelompok masyarakat dan bangsa.            
F. POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Di dalam kehidupan bermasyarakat, tidak akan lepas dari dua aspek kehidupan
social, yaitu berpolitik dan berpemerintahan. Dikesempatan ini, pertama kita membahas
pengertian ilmu politik secara singkat dan menurut pendapat para ilmuan-ilmuan lain.
Menurut para ilmuan, diantanya :
1. Mildred Parten (Fairchild. H.P., dkk.: 1982: 224)
Ilmu politik adalah Teori, kiat dan praktis memerintah.
2. Brown and Brown (1980: 304)
Ilmu politik adalah proses dilaksanakannya kekuasaan mencapai
tujuan-tujuan tertentu.
3. J. Barents (Miriam Budiarjo: 119:9)
Ilmu politik adalah Ilmu yang mempelajari kehidupan Negara.., yang
merupakan bagian dari kehidupan masyarakat; ilmu politik mempelajari negara-negara itu melakukan tugas- tugasnya.
4. Ossip K Flechtheim (Miriam Budiarjo: 1991:11) dalam buku Fundamental of
Political Science.
 “Ilmu politik adalah Ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan
dari Negara sejauh negara merupakan Organisasi kekuasaan beserta sifat dan tujuan
dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang mempengaruhi negara.
Dapat disimpulkan bahwa pengertian Ilmu Politik secara umum adalah ilmu yang
mempelajari kehidupan negara untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan tuganya
dan sebagai penyelenggara negara,
Pengertian Pemerintahan menurut Brown and Brown (1980: 304) dan Charles J.
Bushnell (Fairchild, H.P. , dkk :1982 :132)
1. Brown and Brown (1980: 304)
Pemerintahan  adalah semua aparat dan proses yang melaksanakan
penyelenggaraan aktifitas negara
2. Charles J. Bushnell (Fairchild, H.P. , dkk :1982 :132)
Pemerintahan adalah Organisasi menjelmaan suatu negara, pemerintahan
adalah  negara  dalam  penampilan,   prakteknya  pemerintahan   sebagai  proses
merupakan pelaksanaan fungsi negaradalam segala aspeknya.
Jadi,   untuk   kesimpulan   pemerintahan   secara   umum   adalah
penyelenggaraan, pelaksanaan kerja secara operasional suatu negara. Dengan kata
lain pemerintah adalah aparat pelaksana negara.
• Konsep-konsep dasar politik dan pemerintahan.
1. Kekuasaan
2. Negara
3. Undang-undang
4. Kabinet
5. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
6. DPR
7. DPD
8. Mahakamah Agung
9. Kepemimpinan
10.Demokrasi
11.Wilayah
12.Kedaulatan Rakyat
13.Otoriter
14.Monarki
15.Republik
16.Hal-hal lain yang dapat digali sendiri berdarkan pengamatan dan pengalaman.
Suatu nusantara yang dapat dikatakan negara, setidaknya memiliki kriteria sebagai
berikut, yakni: memiliki wilayah, penduduk, pemerintah, dan kedaulatan.Negara yang
demokratis adalah  Negara  yang memiliki  tertib dan aman karena adanya peraturan yang
disusun bersama, disepakati bersama dan serta dipatuhi bersama-sama juga. Dansemua itu
telah disusun oleh Undang-undang yang menjadi pokok utama atau induk dari segala
peraturan.
Di Negara tercinta kita, Negara Republik Indonesia sebagaimana telah ditentukan
dan digaris besarkan pada UUD 1945 yang menjadi pokok utama dari segala peraturan.
Demokrasi yang arti harfiahnya, rakyat berkuasa atau kekuasaan di tangan rakyat, yang
pada pelaksanaannya di serahkan kewenangannya kepada kepala negara atau presiden.
Dapat disimpulkan, segala aspirasi pendapat masyarakat akan disampaikan secara
bertahap. Yang pertama disampaikan melalui perwakilan rakyat (DPR) yang merupakan
perwakilan dari rakyat, dan kemudian disampaikan kepada majelis permusyawaratan
Rakyat (MPR) yang akan masih dimusyawarahkan diambil kebijakan-kebijakan. Dan
setelah itu baru ditujukan kepada kepala Negara kita yaitu Presiden.

 G. PSIKOLOGI SOSIAL
Secara umum pengertian Psikologis Sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia
dalam kontek sosial.
pengertian psikologi sosial menurut HaroldA Phelps (Fairchild, H.P, dkk,. :1982: 290),
“adalah suatu studi ilmiah tentang proses mental manusia sebagai makhluk
sosial”.
Pengertian menurut Kerch, Clutfield, dan Ball Chey (1982: 5) mengemukakan :
“Psikologo Sosial adalah Ilmu tentang peristiwa perilaku antar personal.
“(Hukum Konvergensi)”, Hasil perpaduan kerjasama antara potensi dari dalam diri
dengan rangsangan dari lingkungan.
Psikologi sebagai salah satu bidang ilmu sosial yang berperan strategi dalam
mengamati, menelaah, menganalisis, menarikn kesimpulan dan memberikan arahan
alternatif terhadap masalah sosial yang merupakan ungkapan aspek  kejiwaan.
• Konsep dasar Psikologi :
1. Emosi terhadap objek sosial
2. Perhatian
3. Minat
4. Kemauan
5. Motifasi
6. Kecerdasan dalam menangagapi persoalan sosial
7. Penghayatan
8. Kesdaran
9. Harga Diri
10.Sikap Mental
11.Kepribadian.
Emosi dengan reaksi emosional merupakan konsep dasar psikologi social yang
peranannya besar dalam mengembangkan potensi psikologis lainnya. Perhatian dan minta
seseorang terhadap sesuatu benda, fenomena social, interaksi social dan yang lainnya.
Tinggi rendahnya, terkendali tidaknya emosi seseorang, sangat berpengaruh terhadap
perilaku sosial yang bersangkutan. Oleh karena itu, emosi sebagai suatu potensi
kepribadian wajibdiberi  santapan dengan berbagai pembinaan psikologis, termasuk
santapan keagamaan.
Kemauan yang kuat merupakan modal dasar yang berharga dalam memperoleh
suatu prestasi. Ada pepatah mengatakan, “di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Orang
yang kemauannya lemah, bagaimanapun sukar mencapai prestasi yang tinggi.
Motivasi selain timbul dari dalam diri individu masing-masing, juga dapat datang
dari lingkungan. Untuk mencapai suatu harapan yang tinggi, kiat harus mempunyai
motivasi diri yang kuat. Agar semu citi-cita yang kita harapkan akan tercapai.
Konsep dasar yang merupakan komprehensif adalah kepribadian. Secara
singkat, Brown & Brown (1980:149) mengemukakan bahwa “kepribadian tidak lain
adalah pola karakteristik, sifat atau atribut yang dimiliki individu yang ajeg dari waktu
ke waktu”. Sedangkan Hornrl Hart (Fairchild, H.P., dkk.: 1982:218) secara lebih rinci
mengemukakan:

 “Kepribadian yaitu organisasi gagasan yang dinamik, sikap, dan
kebiasaan yang dibina secara mendasar oleh potensi biologis yang diwariskan
melalui mekanisme psiko-fisika organisme tunggal dan yang secara sosial
ditransmisikan melalui pola budaya, serta yang terpadu dengan semua
penyesuaian, motif, kemauan dan tujuan individu berdasarkan keperluan
satu kemungkinan dari lingkungan sosialnya.”


Jadi, dapat disimpulkan kepribadian sebagai suatu konsep dasar psikologi,
dan juga merupakan suatu perpaduan potensi, kemampuan dan aset diri tiap individu
yang menjadi jati diri masing-masing. Jadi, kita sebagai SDM generasi muda yang akan
menjadi subjek pembangunan masa yang akan datang, wajib mengembangan dan
membina kepribadian peserta didik kita menjadi SDM yang handal yang kelak dapat
menyelamatkan kehidupan yang telah menyimpang dan kebenaran yang hakiki yang “
mengorbankan nilai-nilai moral demi mencapai tujuan material semata”. Panggilan dan
tugas pendidikan memang berat, namun sangat mulia.




>
Post a Comment

Back to Top