Jaman yang semakin canggih, dulu ke tanah suci harus benar-benar
berjuang, melewati badai dan ombak besar kini cuma hitungan jam bisa
sampai ke tempat tujuan tanpa kendala yang berarti. Woww teknologi
sekarang memang sudah luar biasa.
Manusia pun merasa dirinya bangga sebagai penguasa jagat raya karena
prestasi nan luar biasa dari terbang ke angkasa sambai menambus hingga
ke bulan. Namun sadarkah siapa yang benar-benar berkuasa di dunia ini?
Sudah lupakah kita akan dzat yang Maha Agung dan Maha Kuasa?
Entah apa aku pun tak tahu, kebaikan Tuhan kepada manusia sungguh tak
ada duanya. Walau pun hamba-hambanya lalai, selalu berbuat dosa, bahkan
tidak ingat akan keberadaannya sekalipun (Astagfirullah) Dia selalu
memberi nikmat tak ada duanya di dunia ini. Dia benar-benar seorang yang
adil, tak peduli apakah manusia itu baik atau tidak, Dia selalu
memberikan nikmat.
Namun apa sesungguhnya yang setiap hari benar-benar kita
persembahkan
padanya? Jika saja Tuhan punya sebuah email atau bisa dikirimi surat
mungkin kita setiap menit bahkan setiap detik tiada kata-kata yang kita
terima selain kata maaf karena dosa yang selalu kita lakukan, "Oh Tuhan,
maafkanlah semua dosa dan khilaf yang telah ku perbuat"
Lagi-lagi dosa,dosa, dan dosa. Apa yang sebenarnya manusia miliki adalah
dosa. Maka itu pulalah yang sering dipersembahkan oleh manusia setiap
hari.
Memiliki dosa adalah sebuah keniscayaan, tapi,
pengakuan terhadap dosa itulah yang harus benar-benar manusia sadari.
Ketika diri ini sudah tidak mengakui akan dosa maka tak ada hal yang
selalu dilakukan setiap hari kecuali dosa. Mengakui dan menyadari dosa
juga berarti merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan. Ya
mari kita akui saja.
Jika engkau tahu betapa banyaknya dosa yang kau sendiri mungkin
menyadarinya. Sebesar apa? Bukit? Gunung? atau seluas samudera? atau
mungkin bahkan tak bisa terhitung bak butiran pasir yang ada di gurun
sahara. Sebesar itukah dosa kita.
Sekarang mari sejenak tutup mata kita dan sadarilah betapa banyak
Dosa yang kita perbuat. Lihatlah betapa banyak orang yang masih saja tidak
benar-benar mengakui kesalahannya. Coabalah lihat mereka-mereka yang
berkicau ria di pengadilan sana. Mereka yang tak pernah sadar akan
kesalahannya, mereka yang selalu menumpuk dosanya.
Katakan pada Tuhan hari ini,
“Tuhan, tidak ada yang kupersembahkan untukMu hari ini kecuali seluruh dosaku. Semoga segala kebaikan bisa sedikit menghapus setumpuk dosaku."
Semoga bermanfaat
Salam sukses