MEMAHAMI KEGIATAN REMEDIAL DAN
PENGAYAAN UNTUK PERBAIKAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Remedial
Kegiatan
remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami
kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Sesuai dengan pengertiannya, tujuan
kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, fungsi
kegiatan remedial adalah:
1.
memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar
guru (fungsi korektif);
2. meningkatkan pemahaman guru dan
siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemahaman);
3. menyesuaikan pembelajaran
dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian);
4. mempercepat penguasaan siswa
terhadap materi pelajaran (fungsi akselerasi); dan
5. membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek
sosial-pribadi (fungsi terapeutik).
Perbedaan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa
terletak pada pendekatan yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran. Kegiatan remedial direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan
individu atau kelompok siswa. Sedangkan pembelajaran biasa menerapkan
pendekatan klasikal, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya.
Kegiatan
remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu
siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif); setelah kegiatan
pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar
(kuratif); atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa
(pengembangan).
Dalam
melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media
sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta
menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan
remedial adalah:
1. analisis hasil diagnosis
kesulitan belajar,
2.
menemukan penyebab
kesulitan,
3.
menyusun rencana
kegiatan remedial,
4.
melaksanakan
kegiatan remedial, dan
5.
menilai kegiatan
remedial.
Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan
kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara
optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi
pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga
tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
Tugas yang dapat diberikan guru pada siswa yang
mengikuti kegiatan pengayaan di antaranya adalah memberikan kesempatan menjadi
tutor sebaya, mengembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas,
membuat hasil karya, melakukan suatu proyek, membahas masalah, atau mengerjakan
permainan yang harus diselesaikan siswa. Apapun kegiatan yang dipilih guru,
hendaknya kegiatan pengayaan tersebut menyenangkan dan mengembangkan kemampuan
kognitif tinggi sehingga mendorong siswa untuk mengerjakan tugas yang
diberikan.
Dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan,
guru harus memperhatikan:
1. faktor siswa, baik faktor minat
maupun faktor psikologis lainnya,
2.
faktor manfaat
edukatif, dan
3.
faktor waktu.
>